Kamis, 25 Agustus 2016

Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak



Sebagaimana kita ketahui bahwa pendidikan itu dapat dilaksanakan dimana saja, baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah, maupun dalam lingkungan masyarakat. Oleh karena itu sebagai orang tua wajib memberikan pendidikan kepada anaknya. Orang tua dalam kaitannya dengan pendidikan anak adalah sebagai pendidik utama, maka dari itu tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak diantaranya memberikan dorongan atau motivasi baik itu kasih sayang, tanggung jawab moral, tanggung jawab sosial, tanggung jawab atas kesejahteraan anak baik lahir maupun batin, serta kebahagiaan dunia dan akhirat. 

Pendidikan bukan hanya ada di sekolah saja tetapi pendidikan itu bisa dengan membimbing dan mengarahkan anak kepada norma-norma agama dan adab sopan santun dalam kehidupannya nanti di masyarakat. Dengan bimbingan dan pengarahan yang baik dari orang tua terhadap anak sejak usia dini, maka diharapkansetelah dewasa nanti segala tindakannya akan selalu didasari dengan nilai-nilai agama. Sekarang ini banyak sekali para orang tua yang kurang memperhatikan dan mengarahkan anaknya, justru mereka sibuk dengan kepentingannya sendiri sehingga lupa dengan kewajibannya sebagai orang tua yang sangat dibutuhkan oleh seorang anak. 

Keutuhan orang tua juga merupakan salah satunya untuk mendukung pendidikan seorang anak, karena itu akan membuat seorang anak merasa mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi seorang anak yang tidak memiliki orang tua yang utuh masih bisa mendapatkan pendidikan dari orang tuanya, itu semua tergantung dari masing-masing individunya. 

Banyak juga anak dari keluarga yang mempunyai orang tua yang utuh, ekonominyabagus, dan pendidikan orang tua yang tinggi tetapi tidak pernah mendapatkan bimbingan dan arahan dari orang tuanya sehingga mereka menjadi anak yang kurang kasih sayang dari orang tuanya serta tindakan yang dilakukannya tidak bisa terkendali dan tidak terkontrol, maka dari itu peranan orang tua di dalam keluarga yang paling dominan atau menonjol adalah sebagai penanggung jawab kepada anggota keluarganya, diantaranya pendidikan karena dengan memperoleh pendidikan maka seorang anak akan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk agar tidak terjerumus dalam kemungkaran.

Sumber : kompasiana.com

Cara Mengatur Waktu untuk Anak Usia Sekolah



Anak-anak usia sekolah baik usia SD, SMP, maupun SMA, sering kali merasa kewalahan dengan jadwal kegiatan sehari-hari mereka. Kegiatan mereka dimulai dari bangun pagi, bersiap untuk sekolah, berhadapan dengan kemacetan lalu lintas, kegiatan belajar di kelas sepanjang hari sampai ke kegiatan ekstrakulikuler atau pendalaman materi di sore hari. Akhir pekan mereka dipenuhi dengan les musik, pertandingan olahraga, bergaul dengan teman-teman atau beribadah bersama keluarga.

Ketika anak menghabiskan terlalu banyak waktunya dengan belajar, maka dia akan mengalami burnout atau kelelahan ekstrim. Di sisi lain, ketika anak terlalu sering bermain atau bermalas-malasan, maka dia akan ketinggalan pelajaran dan prestasinya akan merosot. Bagaimana cara mengatur waktu untuk anak usia sekolah agar jadwal sehari-harinya tetap seimbang dan menyenangkan?

Sebuah buku untuk anak yang berjudul "50 Ways of Time Managing; Children Must Know" yang ditulis oleh Woon Young Ja, mendaftarkan hal-hal yang dapat anak usia sekolah lakukan untuk mengelola waktunya dengan baik, antara lain:

Membuat jadwal kegiatan sehari-hari, misalnya membuat to-do list yang mencakup PR apa saja yang harus dikerjakan hari ini. Persiapan harian sangatlah penting. Ingatlah, belajar di kelas akan terasa lebih menyenangkan apabila sudah disiapkan sebelumnya.

Jangan menunda, kerjakan tugas sekarang. Misalnya segera mengerjakan PR sepulang dari sekolah.

Berkonsentrasi dalam melakukan pekerjaan apa pun. Hal ini sangat penting agar pekerjaan yang dilakukan berhasil dan tidak menyita waktu lama, termasuk ketika sedang ujian.

Gunakan waktu luang dengan sebaik-baiknya, misalnya dengan membaca ulang pelajaran yang tadi dipelajari di sekolah, membereskan tempat tidur, merapikan buku, berolahraga, dan lain-lain. Lakukan hal-hal yang berguna, bahkan dalam waktu luang Anda.

Jangan sampai lupa waktu kalau sedang bermain video games atau surfing di internet.

Sebelum menonton televisi, cek dulu apa yang akan ditonton. Sering kali kalau menyalakan televisi, kita akan mengganti dari saluran yang satu ke saluran yang lain sampai tidak terasa berjam-jam sudah berlalu. Rencanakan program televisi apa yang ingin dilihat dan pastikan untuk mematikan televisi setelah program itu selesai.

Sesuaikan pengaturan waktu dengan kondisi kesehatan. Kita akan sulit berkonsentrasi mengerjakan tugas sekolah apabila sedang demam. Kurangi kegiatan dan perbanyak istirahat ketika Anda sedang merasa tidak enak badan.

Rencanakan jadwal kegiatan yang bervariasi ketika sedang libur sekolah, misalnya berenang, berkemah, berolahraga, bermain musik, mengunjungi museum, dan seterusnya.

Lakukan tugas 5 menit lebih awal dan 5 menit lebih lama daripada orang lain. Kalau kita ingin lebih unggul dalam melakukan suatu pekerjaan, maka kita harus melakukan usaha lebih. Misalnya, kalau kita ingin memperbaiki nilai yang jelek, kita harus menambah waktu belajar kita.

Datanglah tepat waktu. Kalau kita tidak tepat waktu, maka kita akan kehilangan kepercayaan orang lain dan kesulitan mengatur waktu. Jangan datang terlalu awal untuk menghindari waktu terbuang percuma untuk menunggu dan jangan datang terlambat agar tidak membuat orang lain kesal dan kecewa.

Walaupun sibuk, jangan tergesa-gesa dalam melakukan tugas. Lakukan pekerjaan dengan teliti, tenang dan senang hati agar hasilnya memuaskan.

Tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Dengan bangun lebih awal, kita bisa menggunakan waktu luang di pagi hari dengan lebih baik dan tidak tergesa-gesa. Mengawali hari dengan bangun pagi juga akan mencerahkan suasana hati dan ini baik untuk kesehatan.

Bertemanlah dengan anak rajin. Kalau kita berteman dengan anak pemalas, kita akan tertular kemalasannya dan jadi anak pemalas juga. Kalau kita berteman dengan anak rajin, kita akan jadi ingin menirunya dan menjadi anak rajin juga. Bertemanlah dengan anak yang tahu ada waktunya untuk belajar dan ada waktunya untuk bercanda.

Rencanakan gol-gol atau tujuan. Kita akan lebih semangat kalau mempunyai tujuan dalam melakukan tugas. Sebaliknya, kalau tidak mempunyai rencana, kita akan cepat merasa bosan.

Jangan membuang waktu melakukan hal-hal yang tidak akan kesampaian. Ini bukan saran agar Anda cepat menyerah, tetapi Anda harus bijaksana dan bersikap realistis. Misalnya ada seorang teman yang ingin menjadi penyihir setelah membaca novel fantasi. Teman itu berlatih selama berhari-hari tetapi tidak bisa menguasai satu mantera pun. Tentu saja cita-citanya menjadi penyihir tidak akan kesampaian karena itu hanyalah hasil khayalan penulis novel saja dan tidak akan mungkin terjadi di kehidupan nyata.

Tolaklah hal-hal yang tidak penting dengan tegas karena kalau kita terus-menerus mengikuti keinginan orang lain, maka waktu kita yang berharga akan terbuang percuma. Misalnya teman-teman mengajak nongkrong sampai dini hari padahal kita harus bersekolah atau bekerja keesokan paginya. Sebaiknya tolaklah ajakan teman seperti itu dan segera pulang agar Anda mendapatkan tidur yang cukup.

Mintalah bantuan kalau tidak bisa melakukannya sendiri. Dengan bantuan orang lain, pekerjaan akan dapat selesai dengan baik dan cepat. Ingatlah untuk meminta bantuan hanya jika kita sudah mengalami kebuntuan agar tidak dicap sebagai anak malas atau manja.

Belajarlah untuk mencari informasi dengan cepat. Ketika mengerjakan PR atau tugas makalah, berfokuslah pada hal-hal spesifik dan carilah informasi dengan cepat. Jangan mudah teralihkan dengan informasi tambahan yang meskipun menarik tetapi tidak berkaitan dengan tugas Anda. Ketika sedang mencari informasi di internet atau perpustakaan, biasakan gunakan kata kunci yang sesuai dengan fokus tugas Anda.

Bicarakan rencana kita dengan orang tua atau teman. Ketika kita membicarakan rencana dengan orang tua atau teman yang peduli kepada kita, mereka akan membantu kita dalam mencapai tujuan kita dan mengingatkan ketika kita lupa atau merasa putus asa.

Sumber keluarga.com

Peran Pendidikan Karakter




Pada awalnya, manusia itu lahir hanya membawa “personality” atau kepribadian. Secara umum kepribadian manusia ada 4 macam dan ada banyak sekali teori yang menggunakan istilah yang berbeda bahkan ada yang menggunakan warna, tetapi polanya tetap sama. Secara umum kepribadian manusia ada 4, yaitu :
1. Koleris : tipe ini bercirikan pribadi yang suka kemandirian, tegas, berapi-api, suka tantangan, bos atas dirinya sendiri.

2. Sanguin : tipe ini bercirikan suka dengan hal praktis, happy dan ceria selalu, suka kejutan, suka sekali dengan kegiatan social dan bersenang-senang.

3. Plegmatis : tipe ini bercirikan suka bekerjasama, menghindari konflik, tidak suka perubahan mendadak, teman bicara yang enak, menyukai hal yang pasti.

4. Melankolis : tipe ini bercirikan suka dengan hal detil, menyimpan kemarahan, perfeksionis, suka instruksi yang jelas, kegiatan rutin sangat disukai.

Di atas ini adalah teori yang klasik dan sekarang teori ini banyak sekali berkembang, dan masih banyak digunakan sebagai alat tes sampai pengukuran potensi manusia.
Kepribadian bukanlah karakter. Setiap orang punya kepribadian yang berbeda-beda. Nah dari ke 4 kepribadian tersebut, masing-masing kepribadian tersebut memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Misalnya tipe koleris identik dengan orang yang berbicara “kasar” dan terkadang tidak peduli, sanguin pribadi yang sering susah diajak untuk serius, plegmatis seringkali susah diajak melangkah yang pasti dan terkesan pasif, melankolis terjebak dengan dilema pribadi “iya” dimulut dan “tidak” dihati, serta cenderung perfeksionis dalam detil kehidupan serta inilah yang terkadang membuat orang lain cukup kerepotan.

Sumber www.pendidikankarakter.com